http://i771.photobucket.com/albums/xx357/cebol_01/Kursor.png

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 09 Oktober 2013

Menikah Tanpa Restu Orang Tua

KETENTUAN NIKAH Sebagai pijakan awal dari pembahasan ini perlu dijelaskan lebih dulu tentang syarat-rukun nikah yang menentukan sah-tidaknya suatu pernikahan. Syarat-rukun nikah secara umum ada empat (walaupun hal ini masih diperselisihkan), yaitu: adanya calon suami dan calon isteri yang saling rela untuk menikah, lafal ijab dan qabul yang jelas, dua orang saksi yang adil dan wali dari calon isteri. Menurut jumhur fuqaha’ (mayoritas ulama ahli fiqih) nikah itu tidak sah tanpa wali. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda (yang maknanya): “Tidak sah nikah tanpa wali yang cerdas dan dua orang saksi yang adil” (HR. ad-Da
ruquthniy, Ibnu Majah dan Ahmad). Bagaimana halnya jika terjadi, karena pertimbangan tertentu orangtua menolak dan tidak merestui pilihan anaknya (yang paling mungkin adalah anak perempuan), dan bagaimana pula jika anak gadisnya tetap bersikukuh nikah dengan pria yang dicintainya? BERBAKTI KEPADA ORANTUA Berbakti kepada kedua orangtua (birrul waalidain) termasuk salah satu ajaran asasi Islam. Allah SWT dan Rasul-Nya amat menekankan birrul waalidain ini dalam banyak ayat al-Qur’an maupun hadis shahih. Di antara ayat yang terkait hal ini adalah firman Allah SWT (yang maknanya): ” Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbakti kepada kedua orangtuamu. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut di sisimu, maka jangan sekali-kali kamu mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, apalagi membentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (santun)” (al-Isra’ ayat 23). Sedang hadis yang terkait dengan birrul waalidain antara lain adalah sabda Nabi SAW (yang maknanya): “Ridlo Allah SWT itu ada dalam ridlo kedua orangtua, begitu juga murka Allah SWT itu ada dalam murka keduanya” (HR at-Turmudziy dari Abdullah bin ’Amr). Tetapi bakti dan kepatuhan anak kepada orangtuanya ini terbatas pada hal-hal yang tidak mengarah kepada pelanggaran terhadap ajaran Islam. Jika sudah mengarah kepada pelanggaran ajaran agama, maka yang ada bukan bakti dan patuh, melainkan hormat saja. Demikian makna firman Allah SWT: ”Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku, sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mematuhi keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik…” (Luqman ayat 15). Oleh karena itu, semua anak wajib ekstra hati-hati dalam menghadapi dan menyikapi orangtua mereka. Segala sikap dan ucapan anak harus mengacu pada pertimbangan perasaan dan kepatutan menghadapi orangtua. Sekali pun andaikan orangtua jelas salah atau tidak patuh pada ajaran agama, maka masih tersisa kewajiban anak untuk menghormatinya. Tetapi orangtua juga tidak dibenarkan arogan dan semena-mena memperlakukan anaknya, jangan menjadi orangtua yang memancing kedurhakaan anak. Orangtua harus mengarahkan anak untuk mematuhi mereka dengan memberi contoh kepatuhannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. NIKAH TANPA RESTU ORANGTUA Dalam kaitan nikah, secara fiqih formal (hukum), pilihan anak yang berbeda dengan orangtua atau keengganan orangtua merestui pilihan anaknya tidak berpengaruh apa-apa terhadap sahnya pernikahan, karena restu orangtua itu tidak terkait syarat-rukun nikah. Dengan demikian nikah tersebut tetap sah dan karenanya hubungan suami isteri antara keduanya juga halal. Dalam perspektif fiqih formal, ayah lebih dominan dibanding ibu, karena menurut jumhur fuqaha’ (mayoritas ulama ahli fiqih) ayahlah yang berhak menjadi wali bagi anak perempuannya. Tetapi secara fiqih moral (akhlaq) dan fiqih sosial (kemasyarakatan), pernikahan yang tidak direstui orangtua akan bermasalah dan menjadi handikap bagi hubungan anak-orangtua, sesuatu yang harus dihindari. Begitu juga kengototan orangtua pada penolakannya terhadap pilihan anaknya merupakan hal yang mesti ditiadakan. Kunci semua itu adalah komunikasi antara orangtua-anak harus terjalin baik sejak mula. Dalam perspektif fiqih moral, restu ibu lebih dominan dibanding ayah, karena bakti anak kepada ibu adalah 3 berbanding 1 terhadap ayah (HR al-Bukhariy), asal mereka sama-sama bertaqwa kepada Allah SWT. Perlu dicatat dalam kaitan ini, jika ada orangtua yang menolak pilihan anaknya hanya karena pertimbangan etnis atau tradisi, maka orangtua demikian harus berfikir seribu kali untuk mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah SWT nanti, karena tegas jelas Allah SWT berfirman (yang maknanya): ”Hai manusia, sungguh Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, kemudian menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kalian. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (al-Chujuraat ayat 13). Orangtua demikian juga harus malu kepada Rasulullah SAW yang bertahun-tahun berjuang mendakwahkan Islam dan menghilangkan rasisme. Dalam suatu khuthbah yang berapi-api pada hari Tasyriq, di hadapan ribuan sahabat, Rasulullah SAW berseru (yang maknanya): ”Hai manusia, ingatlah bahwa Tuhan kalian satu dan bapak kalian juga satu. Ingatlah tidak ada kelebihan orang Arab terhadap non-Arab, tidak juga orang non-Arab terhadap orang Arab; tidak juga orang berkulit merah terhadap kulit hitam, tidak juga orang kulit hitam terhadap kulit merah, KECUALI DENGAN KETAQWAANNYA…” (HR Ahmad dari Abi Nadlrah). Makna hadis ini benar-benar sama dan sebangun dengan kandungan firman Allah SWT dalam al-Chujurat 13 di atas, bahwa ketaqwaan adalah penentu kemuliaan siapapun, bukan etnis atau suku dan lain-lain. Karenanya jangan ada lagi etnis tertentu yang merasa lebih leading, unggul dan eksklusif terhadap etnis yang lain. Bukankah tokoh-tokoh kafir yang memusuhi bahkan berkali-kali berperang melawan Rasulullah SAW juga satu etnis dengan beliau? Oleh karena itu, hendaknya semua orangtua bersikap arif dan bertindak bijak ketika menghadapi anak yang sudah menjalin hubungan sedemikian dekat dengan seseorang dan merasa sudah amat cocok sehingga tidak mungkin lagi dipisahkan, maka lebih baik segera dinikahkan agar terhindar dari perbuatan zina. Jangan ada lagi orangtua yang bertindak otoriter dengan sikap tanpa kompromi melarang dan menghalang-halangi pernikahan mereka, yang kemudian amat memungkinkan terjadinya perzinaan. Hal ini tentu dengan syarat bahwa pihak pria harus beragama Islam. Tetapi jika pihak lelaki non-muslim, maka harus masuk Islam dulu. Jika tidak mau, maka sengotot apa pun tidak perlu diloloskan, karena dinikahkan pun tetap tidak sah dan hubungan mereka tetap dihukumi zina. Jadi bagi wanita muslimah, mutlak selektif dalam hal agama pria yang dicintai, harus muslim. Kalau tidak, maka pilihannya adalah mendapat “suami” non-muslim tapi jurusan neraka, atau berpisah dari non-muslim yang dicintai tapi akan dicintai Allah SWT dan tentu saja jurusan surga. Wallaahu a’lam
From. Prof. Dr. H. Ahmad Zahro, MA

Senin, 16 September 2013

Alarm Aneh membangunkan saya pagi ini.. (>_<)


Jauh sebelum fajar menyingsing, adzan subuh pun belum berkumandang, yang terdengar hanya bunyi jangkrik dan nada indah air mengalir dan jam tangan pun begitu jelas berdetak disamping, dan itu semua terasa lebih awal dari alarmku yang harusnya berbunyi....
dan aku tak tahu jenis alarm apakah ini ketika seseorang memanggilku, "Diak tolongan uni ciek, uni ka daftar PNS, sajak patang dicubo ndak bisa doh, kini mendaftar terakhirnyo, tolongan yo diak" mendengar permintaan itu, sontak saja rasa ngantukku hilang, kucoba mengucek mata, eh ternyata semua tangan dan kakiku sakit, dan ingatan ku melayang pada kejadian siang tadi saat aku berobat di Puskesmas, ohh ternyata aku lagi sakit, "diak tolongan uni ha" dengan nada yang parau bercampur kepasrahan akan pertolonganku akhirnya membuyarkan lamunanku, kusingkirkan selimut dan bantal yang selalu mengundangku untuk merasakan kebersamaan diatas kasurku, perlahan ku mulai dengan langkai gontai menuju Mobil Internet yang setiap malam sudah harus berada di depan rumah, kulihat yang meminta tadi selalu membuntutiku di belakang seperti "katalis" yang dapat mempercepat kerjaku yang dengan setengah hati, ternyata uni yang memintaku tadi paham aku masih belum total melakukanya, dan dia terus memelas kepadaku, dan dalam hal ini uni tadi telah berubah menjadi "Enzim" yang mampu mempercepat proses kerjaku melebihi kecepatan Katalis...
tanpa ba bi bu, diserahkanlah beberapa berkas kepadaku, dan diantaranya website resmi pendaftarannya http://sscn.bkn.go.id/.
setelah mengisi data dan melengkapi semua bahan yang ada, akhirnya aku terbentur pada salah 1 kolom form pendaftaran yang tidak bisa diisi, yaitu Lokasi Kerja, jabatan yang dilamar dan kulifikasi pendidikan.
Beberapa kali direfresh juga tak merubah keadaan, ku lihat wajah kecewa dan setengah menangis tampak jelas di raut wajah sang uni
kulihat uni sibuk menelpon temanya kian kemari, ternyata hal yang sama hampir dirasaka semua pendaftar, usahaku tak sampai disitu, saya kirim email ke admin websitenya, cukup lama namun tak ada tanggapan Hmmmm, terus menungu dan akhirnya kumandang adzan mengharuskan saya meninggalkan PC segera menunaikan kewajiban utama saya "Amalan utama adalah amalan yang hanya ada pada waktu itu" karena Subuh waktunya sentar dan tidak ada waktu lainya, apalagi kalau sudah masuk Zuhur , itu bukan amalan utama lagi namanya, hehe. kusisipkan doa perlahan semoga Allah memudahkan urusan ini, setelah Sholat saya kembali menuju PC yang sempat saya tinggalkan beberpa waktu, ternyata perubahan masih belum terlihat, akhirnya kuputuskan 1 hal, satu hal yang membuat saya bisa mengingat kejadian ini, 1 hal yang membuat saya menyadari betapa sulitnya mengakses website Pemerintah yang baru menuju Negeri Cyber yaitu membuat Note ini :D(dikirain apaan), karena yang saya tau ini bukan hanya masalah sinyal atau jaringan internet ditempatku yang tak bisa membuka Website tersebut, karena saya yakin sesungguhnya ini adalah dari Sistem yang belum sepenuhnya profesional untuk memenuhi kebutuhan para pendaftar CPNS. Saya teringat ketika mendapatkan materi saat akan mengikat kontrak dengan PT. Lintasarta (indosat) bahwa dalam internet ada istilahnya "Bandwidth" (disebut juga Data Transfer atau Site Traffic) adalah data yang keluar+masuk/upload+download ke account kita. Contoh: Ketika kita menerima/mengirim email, asumsikan besarnya email yang diterima/dikirim adalah 4 KB, berarti secara teori, untuk bandwidth 1.000 MB (1.000.000 KB) kita bisa *kirim* 250.000 email atau berbagai variasi antara kirim/terima, misalnya 100.000 kirim, 150.000 terima. Ini hanya contoh untuk penjelasan bandwidth, pada kenyataannya, data yang keluar masuk ke account bisa datang dari pengunjung (yang mendownload halaman website ke PC-nya), atau anda upload gambar/file ke account dan sebagainya.

Bandwidth/Site Traffic dihitung per bulan & bisa dilihat di cPanel.
(pasti bingung ya.. heehee :))

Ok saya menyederhanakan begini bahwa Kemampuan kita untuk mengakses (Bandwidth) masih dalam skala rendah, hal inilah yang membuat proses pendaftran CPNS tadi lambatnya minta ampun....
saat saya melihat jam di PC sekitar 06:41 WIB, ternyata sudah ada salah 1 formulir tadi yang bisa diisi, yaitu Lokasi Kerja, kebetulan uni meminta lokasinya di Kab. Pasaman, dekatlah dari tempat tinggal saya
namun kalau dibandingkan jarak saya mengisi data sebelumnya sampai saya menunggu pilhan lokasi disediakan cukup lama juga, bayangkan saja, kalau seandainya saya bawa motor dari Bawan ke Pasaman, itu lebih cepat daripada saya menunggu loadingnya website ini, eh jangan ada yang menganggap saya pembalap ya.. hehe... ntar saya diikat kontrak oleh Honda menggantikan pembalap MotoGP yang namnya juga saya lupa . Ok guys, saat ini saya menunggu munculnya pilihan di form Jabatan yang dilamar dan kualifikasi pendidikan, saya lohat sudah hampir 2 jam berjalan. saya tunggu saja, semoga Allah kembali memjawab doa saya.. hehe Aamiin...

Bawan, 17 September 2013

Jumat, 06 September 2013

Untukmu yang masih Mahasiswa

Disadari atau nggak, mahasiswa di era pasca soeharto lengser cenderung lebih berbeda dibanding dengan mahasiswa sebelum soeharto lengser. Setidaknya, dari intensitas ngomong, mahasiswa jaman sebelum soeharto lengser lebih vokal ngomong di luar urusannya sama akademik.

Terlepas dari ada atau nggak penyokong dana di balik aksi mahasiswa sebelum soeharto, senggaknya mahasiswa di jaman orde baru lebih punya prinsip buat ngadain gerakan-gerakan. Nggak cuma gerakan demo, tapi juga lobi-lobi ke pemerintahan.


Sekarang?

Disadari atau nggak, mahasiswa jaman sekarang cenderung lebih milih nggedein IPK, lulus nggak nyampe 4 tahun, terus kerja di perusahaan bonafit. Sukur-sukur sih kerja di perusahaan asing yang ada di Indonesia. Kalo bahasa kasarannya versi ane, menJongoskan diri di negeri sendiri. yaaabeda tipis lah sama orang pribumi jaman hindia belanda yang justru jadi kacungnya orang belanda.

Oke. Kembali ke topik. Dari berbagai obrolan warung kopi, emang faktanya mahasiswa jaman sekarang (nggak tau sengaja atau nggak) dibuat biar lebih fokus ke bidang akademiknya. Itu bahasa halusnya. Kalo bahasa yang agak blak-blakan, yaamahasiswa dibikin cupu. Dibikin gimana caranya jadi kutu buku, tiap hari cuma berangkat kuliah, masuk kelas, dengerin dosen, tidur di kelas, ngerjain tugas, lobi dosen biar dapet nilai bagus, atau biar lebih dramatis, kalo menjelang ujian safari ke rumah dosen ngasih parcel atau bingkisan. Yaa..siapa tau si dosen akan iba dan tersentuh hatinya kalo udah dikasih bingkisan, terus mau ngasih nilai bagus.
Kurang lebih gitu kan?

Kalo diitung di kampus, jumlah mahasiswa yang mau mikir kondisi kampusnya, lingkungannya, atau malah negaranya, dibanding jumlah mahasiswa yang boro-boro mikir orang lain, buat mikir dirinya sendiri bahkan doi bersedia nyikut kawannya. Banyakan mana coba? Mahasiswa yang lebih ngejar target IPK dan lulus cepet, ketimbang mahasiswa yang menikmati kuliahnya dengan berbagai kegiatan non akademik.

Yaanggak bisa dipungkiri, mahasiswa jaman sekarang ngejar lulus dibawah 4 tahun. Bukan mahasiswanya yang salah sih kalo menurut ane.

SEKALI LAGI!
BUKAN MAHASISWA JAMAN SEKARANG YANG SALAH.

Tapi dari berbagai hasil analisis ane, emang mahasiswa jaman sekarang sengaja dibikin nggak vokal, baik merespon lingkungannya, terhadap sikap pemerintah pusat dan daerah, atau juga terhadap orang-orang di sekitarnya. Kenapa?
Berikut analisis ane

Yang pertama, secara nggak sadar, Rezim jaman SBY beda-beda tipis sama rezimnya Soeharto. Nggak percaya? Yaawalau kedoknya negara demokrasi, bebas korupsi, kebebasan berpendapat, tapi faktanya kroni-kroninya SBY di partai sama di keluarganya pada mainin proyek negara. Korupsi kurang lebih bahasa jaman sekarangnya. Nah, kalo mahasiswa jaman dulu, mereka langsung sadar kalo Kroninya Soeharto korup. Makannya tahun 1998 sempet meledak kan?
Sekarang? Jaman SBY? Orang birokrat udah belajar dari jaman kesalahan Soeharto. Kalo mahasiswa dibiarin liar di kampusnya, dikasih ruang bebas buat berorganisasi atau respek ke lingkungannya, yang ada mereka sadar kalo sekarang jaman udah lagi nggak bener. Maka dari itu dibikin kurikulum kampus yang lebih ketat. Target IPK 3 lah, lulus di bawah 4 tahun lah. bla bla bla.
Itu yang pertama.

Yang kedua, mau nggak mau ane harus ngomong lagi soal konspirasi asing. Kok nyambung ke asing? Pikir aja! 5-10 tahun ke depan, yang bakalan ngurus negara Indonesia tercinta mau nggak mau ya mahasiswa yang kuliah kan? Nah, kalo mahasiswa yang kuliah dibiarin liar di kampusnya, belajar organisasi, terus tiba-tiba sadar mereka masih dibodohi asing jaman modern, pasti mereka bakal berontak.
Nah, strategi asing, ya dibikin gimana caranya biar mahasiswa yang lulus dari kampusnya buat puas dengan gaji sedikit di atas perusahaan pribumi, terus menikmati hasil ngacung mereka di perusahaan asing.
Kalo mahasiswa sadar, 5-10 tahun lagi asing pasti bakal terancam. Kenapa? Bayangin aja sekarang. Berapa perjanjian ekspor impor yang merugikan Indonesia? Contoh gampang yang baru kejadian, Indonesia punya banyak garam, tapi menteri perdagangannya malah impor garam. Nah lo? Nyambungnya? Ya Intervensi asing.

Nggak cuma itu. Sekarang, coba pikir lagi, 5-10 tahun, minyak sama hutan bakal jadi barang langka dan penting. Asing di Indonesia udah mulai ancang-ancang noh! Pake perusahaan, csr, greenpeace, bla bla bla. Nah? Kalo mahasiswa nyadar orang indonesia cuma jadi kacung di negaranya, ya asing merasa terancam. Maka dibuatlah gimana caranya mahasiswa lulus dengan kemampuan akademik aja, biar nggak punya jiwa kepemimpinan, terus puas dengan kedudukan STAF PERUSAHAAN ASING di negaranya sendiri.

Oiya, perlu ditekankan lagi. Ane nggak mendiskreditkan mahasiswa jaman sekarang. Karena status ane sekarang juga masih mahasiswa. Tapi yang terjadi sekarang, sistemnya emang dibikin gitu. mahasiswa diberi ruang sempit buat melakukan aktivitas diluar doktrin akademik. Intinya 24 jam dalam 7 hari, mahasiswa disuruh baca buku doang!
Terus juga, ane nggak anti asing! Tapi faktanya sekarang, asing yang udah ngobok-obok negara kita. Emang mau besok anak-anak kita tetep dijajah kayak kita? dijadiin kacung dari perusahaan-perusahaan mereka yang udah nyedot emas, minyak, batubara, dan kekayaan negara kita buat perut mereka? Ane rasa cuma orang bego yang mau diporotin hartanya sampe mereka jatuh miskin.

Sebenernya sih mahasiswa yang nyadar juga ada. Ada juga mahasiswa sekarang yang mulai bikin gerakan sosial. Misalnya di twitter, facebook, forum. Yaa..termasuk kaskus juga. Di dunia nyata, banyak juga mahasiswa yang bikin gerakan sosial yang intinya ngembangin potensinya. Tapi itu baru sebagian kecil.

Ini bukan jaman penjajahan klasik kayak jaman jepang, belanda, inggris jajah indonesia sebelum 1945. Ini jaman penjajahan model baru. Nggak cuma orang asing, bangsa sendiri yang cuma mikir mbuncitin perut mereka juga penjajah model baru.

*kaskus*

Sabtu, 31 Agustus 2013

Mancarian Jodoh Anak


Ada yang menarik ketika ada sebuah tradisi “baduduak” dan “mamanti/meminang”
Tradisi ini adalah sebuah langkah awal yang dilakukan masyarakat Minangkabau dalam rangka mencarikan pasangan untuk Putrinya, karena di Minangkabau sebagian besar yang mencarikan jodoh dan datang untuk meminang itu adalah Pihak Wanita, istilah ini disebut dengan “Baduduak”, sedangkan datangnya Pihak Perempuan kepada pihak laki-laki disebut dengan “Maminang”
Yang menjadi esensi dari “baduduak” bahwa keluarga perempuan telah memperhatikan bahwa anaknya sudah layak untuk dicarikan pasangan, dan pada saat yang bersamaan juga melihat seorang pemuda yang cocok untuk dijadikan suaminya, hal ini diabadikan dalam petuah adat “Ibaraik Siriah lah Pautik dicarian Junjuangan” sedangkan esensi dari mamanti /maminang adalah menanyakan kesedian pihak laki-laki untuk dilamar menjadi suami.
Kedua tradisi ini masih ada di tengah-tengah masyarakat Minang meskipun sesungguhnya keduanya sudah diatur oleh dua orang Sutradara yaitu calon mempelai.
Kalau dianalisa dari kedua tradisi ini, maka disimpulkan bahwa dahulu kedua calon mempelai tidak saling mengenal, namun hanya sekedar tau data cukupnya dan bahkan tidak sama sekali, karena masih kuatnya peranan “Mamak” dalam menentukan jodoh untuk kemenakannya. Dan masih banyak dijumpai bahwa keputusan untuk lanjut atau tidaknya meminang haruslah merujuk kepada hasil dari rapat “baduduak” tersebut.
Dan karena Kedua Calon mempelai telah melakukan pendekatan awal dan sudah saling kenal, maka secara otomatis semua keputusan dari dua tradisi yang ada cendrung mengikuti hasil kesepakatan dari kedua Anak (Calon Mempelai). Sehingga esensi dari kedua tradisi ini telah berubah dari “Mencarikan Jodoh Anak Perempuan” menjadi “Memberitahukan kepada Masyarakat bahwa Anak Perempuannya sudah mempunyai Jodoh dan akan segera menikah”

Firdaus. M

Selasa, 06 Agustus 2013

Ramadhan Berlalu Syawal Menunggu

Sahabat AMC yang dimuliakan Allah
Hari ini adalah Ramadhan terakhir kita, Rabu, 07 Agustus 2013.
Apakah kita akan bertemu dengan Ramadhan berikutnya..???
Allahlah yang maha Tau...

"Dan sesungguhnya hanya di sisi Allah lah pengetahuan tentang waktu (sa’ah), Yang menurunkan hujan, yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim, tidak ada seorangpun yang tahu pasti apayang akan dia perbuat kelak, dan tidak ada seorangpun yang tahu di bumi mana dia akan mati.”
(Q.S Luqman)
Maka sebagai Admin sekaligus Pemilik Blog AMC saya ingin mengucapkan :

"Bila ada langkah membekas lara, Ada kata merangkai dusta, Ada tingkah menoreh luka. Mohon maaf lahir dan bathin, Selamat hari lebaran 1434 H / 2013 M

Kuping bisa salah dengar, Mulut bisa salah bicara, Hati bisa salah sangka, Dihari yang fitri ini, "Taqobalallahu minna wa minkum, Mohon maaf lahir dan bathin"

Ramadhan membasuh hati yang berjelaga, Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya

Izinkan membuka tabirnya dengan maaf agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf, Selamat Lebaran ya sahabat

Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga, Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya

Apabila idul fitri yaitu lentera, izinkan membuka tabirnya dengan maaf, supaya cahayanya menembus jiwa fitrah dari setiap khilaf Mohon maaf atas segala salah, selamat hari raya idul fitri 1434 H

Mungkin hari-hari yang lewat, telah menyisakan sebersit kenangan yang tak terlupa.., ada salah, ada khilaf, ada dosa yang mengikuti perjalanan hari-hari itu.
Agar tak ada sesal, tak ada dendam, tak ada penyesalan.., Mari kita sama-sama sucikan hati, diri, dan jiwa kita. Mohon maaf atas segala kesalahan dan selamat lebaran.

Manusia akan segera kembali ke fitrah masing-masing, fitrah adalah ide bawaan sejak lahir, ide bawaan tersebut "Laa ilaha Illallah" mari sucikan hati kita kembali pada tauhid. Mohon maaf lahir bathin dan Selamat Idul fitri 1434 H

Ketupat udah dipotong, Opor udah dibikin, Nastar udah dimeja, Kacang udah digaremin, Gak afdhol kalo gak Minal Aidin wal faizin, Taqobalallohu minna wa minkum

Ramadhan telah surut, Hari yang Fitri telah terbit, Maaf kumohonkan, Agar hati bersih dari dosa, mohon maaf lahir bathin dan Selamat Idul Fitri 1434 H / 2013 M
Minal Aidin wal Faizin

Andai tangan tak kuasa menjabat, Setidaknya kata masih dapat terungkap
Setulus hati mengucapkan, Selamat Lebaran. Mohon maaf lahir & bathin

Sayup terdengar takbir berkumandang, Tanda Ramadhan akan lewat, Ampunan diharap, barokah didapat, Taqobalallahu minna wa minkum, Mohon maaf lahir dan bathin

Bulan ramadhan sudah berlalu
serta hari kemenangan sudah datang
karenanya mari kita bersihkan hati serta jiwa kita dari gelimang dosa
Mohon maaf lahir serta bathin, selamat lebaran..

Untuk lisan yang tak terjaga
Untuk janji yang terabaikan
Untuk hati yang berprasangka
Untuk sikap yang menyakitkan
Di hari yang fitri ini, dengan tulus hati kuucapkan Mohon maaf lahir dan selamat lebaran kuucapkan

Berbuat khilaf adalah sifat, Meminta maaf adalah kewajiban, dan kembalinya fitrah adalah tujuan, saya ucapkan mohon maaf lahir dan bathin

Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu.
Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita.
Terutama aku yang sering ngerepotin kamu. Selamat lebaran dan maafkan lahir bathin

Mohon atas semua khilaf
kadang-kadang cinta, bikin orang beralih keseruluhan. Kadang-kadang cinta juga bikin orang lantas sakit hati, barangkali terucap kata-kata manis. Kadang-kadang berujung pedih. Maaf hatiku apabila hatimu tersinggung dari kata-kata ku.
Selamat lebaran ya..

Orang yang sangat mulia adalah orang yang akan memaafkan kekeliruan orang lain, bersihkan diri, sucikan hati di hari yang fitri ini

Harta sangat bernilai yaitu sabar
Rekan sangat setia yaitu amal
Ibadah sangat indah yaitu ikhlas
Identitas sangat tinggi yaitu merupakan iman
Pekerjaan sangat berat yaitu memaafkan


Firdaus M

Cara Gunakan SMS Banking BRI manual

Assalamualaikum Sahabat AMC, saya ingin bagi tips menggunakan SMS Banking BRI secara manual kepada ssahabat AMC....
Khusus untuk anda yang sudah memeiliki Smartphone canggih seperti android, blackberry maka semua fitur telah disediakan di Google Play Store atau App World nya...
nah untuk sahabat AMC yang masih menggunakan phonsel yang tidak terkoneksi ke internet jangan bersedih... nah...
Berikut ini cara transaksi SMS BANKING BRI kirim ke 3300
1. cara cek saldo
SALDO [spasi] PINSMS
Contoh: Saldo 123456

2. Cara transfer Uang Sesama BRI
TRANSFER BRINOREKTUJUAN[spasi]NOMINAL[spasi]PINSMS
 Contoh: TRANSFER BRI551801002654456 100000 123456

KE BANK Lain.  TRANSFER  KodeBANK  NORekening  JumlahTransfer  PIN
 Contoh: Ke Bank MEGA Syari'ah Kode Bank 506.
    TRANSFER 5062001258256 100000 123456

3.Cara bayar kartu kredit CITI
BAYAR[spasi]CITINOMORKARTU[spasi]NOMINAL[spasi]PINSMS
Contoh: BAYAR CITI
01234567910 100000 123456

4.Beli Pulsa melalui SMS banking BRI
PULSA[spasi]NOMORHP[spasi]NOMINAL[spasi]PINSMS
contoh PULSA 0812123456 50000 12345

5.Cara Ganti PIN SMS Banking BRI
PIN[spasi]PINSMSBARU[spasi]PINSMSLAMA
 Contoh: 258521 258521 123456
6.Bayar PLN :BAYAR PLN NOPELANGGAN PIN
Contoh: BAYAR PLN 184202037149 123456
7. Untuk fasilitas layanan lainnya silahkan hubungi
call center BRI di 14017 (dari HP) dan 021
57-987-400
Atau jika tidak mau repot mengetik sms, anda
bisa mendapatkan aplikasi yang dirancang khusus
untuk SMS Banking BRI. Aplikasi ini berbasis Java,
silahkan kunjungi cabang BRI terdekat untuk
mendapatkannya dengan cuma-cuma.
Catatan:
* Limit transfer antar rekening BRI untuk rekening
Britama/Simpedes kartu atm hijau per hari Rp.20.000.000,-
* Jika menggunakan sms, Hapus sms yang telah
Anda buat di menu pesan terkirim/pesan keluar
agar tidak disalahgunakan pihak lain.,BRI 

Cara Mendapatkan Layanan SMS Banking BRI
3300
1. Memiliki BRI Card (ATM BRI)
2. Telah melakukan registrasi di ATM BRI dengan
cara -> dimenu utama BRI pilih Transaksi Lain ->
Pilih menu Registrasi -> Pilih menu SMS Banking
dan masukan nomor HP Anda (Gunakan HP
Anda sendiri) -> Masukan 6 Digit PIN SMS
banking BRI (buat sendiri PIN Anda dan jangan
diberitahukan kepada orang lain).
3. Telah memiliki PIN SMS Banking BRI sejumlah
6 digit yang didaftarkan via ATM BRI.
4. Menggunakan nomor akses 3300 untuk
seluruh operator baik GSM : Telkomsel, Indosat
dan XL, serta CDMA : Fren dan Esia

5.Coba Di Tes, ke teman Anda, Kalau Masih Tak Bisa Transfer Datang
Datang Ke Cabang BRI Sediakan :
1.Buku Rekening
2. BRI Card (ATM BRI)
3.No HP Anda Yang Didaftar Tadi
4.KTP
Bilang Sama Petugas BRI Pin Nya sudah Dapat Tapi Masih Belum Mau Transfer
Setelah melalui tahap-tahap di atas HP anda bisa
menikmati semua layanan SMS Banking BRI
untuk bertransaksi sesuai fasilitas yang tersedia
tanpa harus repot.
Sekarang Mesin ATM ADA Di Tangan ANDA…
Semoga bermanfaat

Yuk saling folow twitter di @ajoagam ^_^
 

Sabtu, 03 Agustus 2013

Yuk...Mengenal Firdaus Lebih Dekat

Firdaus. M, S.Si
Keep istiqomah, itulah pesannya yang selalu ia sampaikan setiap usai menyampaikan sesuatu yang penting pada lawan bicaranya. Kecintaannya pada Tuhannya tercermin dari perilakunya sehari-hari. Jangan sangka ia adalah orang yang kaku. Ia ternyata juga humoris dan tak sekaku yang kita bayangkan. Dia tidak pernah pilih kasih dalam bergaul. Ia banyak disegani di masyrakat. Mungkin bagi orang yang belum mengenalnya mengira bahwa ia berusia hampir 30 tahun. Melihat kiprahnya dalam berbagai bidang yang ia geluti. Namun sayangnya dugaan itu salah, pemuda ini baru berusia 23 tahun.
Firdaus. M, S.Si adalah seorang pemuda yang dapat dikatakan sukses di usia mudanya. Pemuda kelahiran 11 September 1989 ini adalah pemuda yang aktif di berbagai lembaga masyarakat. Sebelumnya ia pun aktif dalam berbagai organisasi di kampus terutama organisasi yang berbau keislaman. Oranisasi yang dia ikuti seperti Forum Studi Islam Fak. MIPA, Lembaga Mentoring Agam Islam Fak Mipa (Sekretaris Umum dan Ketua Kadersasi) dan Universitas (Anggota), Himpunan Mahasiswa Kimia (Himka)(koordinator kaderisasi), dan Kelomlok Kegiatan Olahraga Fakm MIPA (KKO) (Ketua). Ia juga aktif dalam kegiatan sosial sebagai relawan misalnya pada bencana alam di Maninjau. Kegiatan bakti sosial juga dilakoninya di kampung halamannya dengan menggandeng beberapa teman seperjuangannya.
Tak jarang jika pemuda satu ini dipanggil ustadz. Namun anehnya ia tak mau dipanggl ustadz, dengan alasan dia adalah seorang “Buya (Bukan Uastadz yang Asli)”. Padahal ia selalu mengisi santapan rohani pada bulan Ramadhan. Bagi teman-teman atau orang-orang di sekitarnmya ialah sosok pemuda yang taat pada agamanya..
Ajaran Islam yang ia genggam sejak kecil hingga kini tetap ia pegang teguh. Tak heran pula jika ia tumbuh dengan bekal agama yang baik. Bahkan kini ia layak dikatakan sebagai ustadz. Ia tetap rajin berdakwah di manapun ia berada.
Pemuda yang baru melepas status sebagai mahasiswa UNAND Jurusan Kimia pada 1 September 2012 ini, sudah dapat dikatakan mandiri. Ia sudah mulai bergelut dengan dunia kerja. Bahkan sebelum ia menyelesaikan studinya saja ia sudah memulai bekerja pada salah satu program pelayanan internet keliling atau Mobil Pusat Laynanan Internet Keliling (MPLIK). Kegiatannya pada pekerjaan ini adalah menyediakan layanan internet keliling ke berbagai tempat.


Tak berhenti pada satu pekerjaan itu saja, ia mulai mengajar di salah satu MTS di dekat kediamannya. Keberadaannya di MTS tersebut sebagai guru Bahasa Arab, Matematika, Bahasa Indonesia, dan TIK. Tidak semua orang dapat dengan mudah bekerja setelah tamat dari pendidikannya. Namun karena keuletan dan kegigihannya ia mampu menembus apa yang terkadang sulit ditembus oleh pemuda lain yang masih kesulitan menari pekerjaan usai tamat kuliah.
Wisuda Sarjana
Beberapa bulan lalu berita baru datang darinya. Ia menjadi salah satu calon legeslatif pada sebuah partai politik. Dengan mengikuti beragam tes untuk lolos menjadi calon legeslatif, akhirnya ia dinyatakan layak untuk dijadikan calon legeslatif. Lihat, betapa luar biasanya ia di usianya yang masih muda dan belum genap satu tahun melepas statusnya sebagai maha
Sebelumnya ia juga aktif dalam kegiatan kerohanian di sekitar kediamanya. Salah satu gerakan yang digawanginya adalah Gerakan Remaja Masjid Bawan (GERMAB). GERMAB ini merupakan kegiatan kerohanian di salah satu masjid yang menghimpun anak-anak remaja sekitarnya untuk memperdalam dan berbagi ilmu Islam. Salah satu kegiatan yang rutin dilakoni mereka adalah wirid remaja yang diadakan pada Sabtu malam. Walaupun terkadang sering tertunda oleh beberapa faktor, tetapi hal tersebut tetap diadakan.

GERMAB juga menjadi pelaksana kegiatan lain selain wirid remaja, MTQ, Maulid Nabi, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan kerohanian lainya. Peran Firdaus dalam kegiatan ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan remaja tersebut di GERMAB.
Dari sekian banyak hal yang ia lakoni, selalu tetap berada dalam koridor agamanya yang sangat ia cintai. Ia selalu melakukan hal-hal positif yang selalu menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Ia patut diacungi jempol atas kegigihannya dalam segala bidang terutama dalam hal agama. Satu kutipan favoritnya adalah “Kudengar Kulupa, Kulihat Kuingat, Kukerjakan Kumengerti”, tampaknya kutipan itu menjadi suatu cerminan dari semua yang ia kerjakan. Semoga kita dapat meniru hal-hal positif yang ia lakukan. *NS

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More